UINSA News Room, Jumat (10/7); Pada hari Selasa, 7 Juli 2015 Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan MoU sekaligus buka puasa bersama dengan PT. PJB (Pembangkitan Jawa Bali). Kerjasama ini dilakukan di ruang meeting  Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel Surabaya.

Adapun pihak PT. PJB (Pembangkitan Jawa Bali) yang hadir adalah Ibu Yama Bellatrixiana (Senior Manajer Bidang Komunikasi Korporasi dan CSR PT. PJB), Ibu Devi Rahmawati (Manajer Komunikasi Korporasi Bidang Komunikasi Korporasi dan CSR PT. PJB)), Bapak Dodi (Staf Humas PT. PJB) dan Bapak Ega (Staf Humas PT. PJB).

UINSA News Room. Selasa (9/6); Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mempersiapkan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Kota Surabaya 2015 melalui penandatangan nota kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Proses penandatanganan naskah kerjasama itu dilaksanakan oleh Robiyan Arifin Ketua KPU Kota Surabaya dan Prof Akhmad Muzakki, Dekan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, yang dilakukan di Gedung Perkuliahan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (1/6/2015). "Selaku penyelenggara Pilkada Kota Surabaya, KPU Surabaya tidak mungkin melaksanakan semua tugasnya secara mandiri. Untuk itu membutuhkan sejumlah pihak khususnya para mitra strategis yang diharapkan bisa bersama menyukseskan Pilkada Surabaya. Salah satu mitra strategis itu, yaitu institusi FISIP UIN SA Surabaya," kata Robiyan Arifin.

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengukuhkan Prof Akh Muzakki sebagai Guru Besar ke-49 di Bidang Sosiologi Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Rabu (11/3) di Auditorium UINSA. Pria yang mengambil gelar S2 dan S3 di Australian National University (ANU) ini menjadi guru besar termuda di UINSA pada usia 40 tahun.

Prof Akh Muzakki mengaku membutuhkan waktu dan perjuangan cukup panjang sehingga bisa memperoleh gelar akademik tertinggi. “Tidak mudah menjadi guru besar itu, karena saya butuh tiga tahun untuk bisa menjadi guru besar ke-49 di UINSA. Begitu ketatnya aturan yang berlaku saat ini juga mempengaruhi. Sebenarnya, surat keputusannya sudah keluar pada Oktober 2014 saat usia saya 40 tahun, katanya ditemui Humas Online usai Pengukuhan.

Halaman 1 dari 2